Esensi Amanah

SHARE:

Risalah yang dibawakan para Nabi dan Rosul dari zaman ke zaman, pada dasarnya merupakan respon manusia yang menyadari akan Amanah ya...

esensi-amanah

Risalah yang dibawakan para Nabi dan Rosul dari zaman ke zaman, pada dasarnya merupakan respon manusia yang menyadari akan Amanah yang diembankan Allah kepada mereka sebagai Khalifah Allah di bumi. Missi khilafah ini adalah missi yang tunggal dan universal.

Tunggal, artinya manusia sebagai hamba Allah hanya boleh menjalankan missi dari Allah saja, tidak mendua dengan missi dari pihak lain. Adapun universal, artinya kapanpun dan dimanapun manusia hidup di bumi ini mereka mengemban missi yang sama, ruang lingkup atau liputan amanah Allah ini berdimensi “alamin” setiap Rosul dan Ummat pengikutnya adalah mengemban missi yang satu yang sambung menyambung dari generasi ke generasi, sampai terwujudnya program Allah di bumi ini.

Kondisi kehidupan seperti apa nantinya yang akan terwujud di bumi, yang Allah programkan itu? Hanya Allah saja yang tahu. Allah hanya menerangkan dengan “puncaknya di langit”. Suatu ketinggian tak terhingga, yang di luar jangkauan pengetahuan dan kemampuan manusia mencapainya. Keterangan di atas hanya sampai menunjukkan bahwa Allah adalah dzat yang mutlaq ilmu dan kekuasaannya sungguh tak terbatas.

Allah tidak menunjukkan kepada kita, titik mana dalam perjalanan waktu ini (kondisi atau taraf kehidupan yang bagaimana) yang harus berhasil kita capai. Hari esok adalah rahasia Allah yang gaib. Kita hanya ditunjukkan kepada suatu jalan lurus yang harus ditempuh dengan segenap kemampuan yang ada, sehingga dari waktu ke waktu kita berhasil membangun kehidupan yang lebih baik dan beradab, senantiasa bergerak maju dalam membangun peradaban dengan tetap terjaga dalam kesucian, hingga kematian menghentikan langkah perjalanan kita.

Pada prinsipnya yang diamanahkan Allah kepada manusia itu adalah agar manusia tampil sebagai Wakil (“Representasi”) Allah di bumi. Artinya, dengan perilaku kehidupan yang ditampilkannya serta peradaban yang dibangunnya, manusia mampu “mempresentasikan” keutuhan Asma Allah.

Alam semesta dan seisinya yang Allah ciptakan, serta Kalamullah yang Allah wahyukan adalah refleksi dan pengejawantahan dari keseluruhan Asma Allah yang intinya: “Ar Rahman Ar Rahiem”, dan terangkum dalam dzikrullah Tasbih, Tahmid dan Takbir ( Subhanallah – Al Hamdu Lillah – Allahu Akbar )

Manusia adalah makhluk Allah yang Dia ciptakan berdasarkan Ilmu-Nya dan dihidupkan dengan Ruh-Nya serta diberi kemampuan untuk membaca dan mengakses ilmu Allah melalui ayat-ayat-Nya. Dengan membaca ayat-ayat-Nya itu pula, mereka berpotensi untuk mampu mengakses dan menginternalisir Asma Allah ke dalam dirinya dan tampil dengan Shibgah Allah dalam kehidupannya.

Maka berdasarkan fitrahnya, manusia dituntut untuk menampilkan perilaku dan aktivitas kehidupannya yang bernuansakan Asma Allah: Ar Rahman Ar Rahiem, Tasbih, Tahmid dan Takbir. Dengan demikian, nuansa Asma Allah yang masih terkandung dalam “batin” bumi dan alam ciptaan Allah ini, akan semakin tergali dan teridzharkan secara nyata dalam wujud peradaban yang dibangun oleh hamba-hamba Allah yang sholeh. Rahmat Allah benar-benar menyinari seluruh alam. Sentuhan Rahman Rahim Allah, kemurahan dan kasih sayang-Nya, benar-benar terasa di segenap relung kehidupan ummat manusia di muka bumi.

Citra kemurahan dan kasih sayang Allah tersebut, bisa terpancar dari peradaban yang dibangun manusia, jika dalam membangun peradaban tersebut mereka tetap konsisten dan tidak pernah lengah dari paradigma Asma Allah yang terangkum dalam tiga ungkapan Dzikrullah yaitu : Subhanallah - Alhamdulillah - Allahu Akbar.

Refleksi dan aktualisasi dari ketiga dzikrullah tersebut, adalah tampilnya peradaban manusia yang bermnuansa kesucian, kemuliaan dan keberjayaan.

Sedikit gambaran deskriptif dari nuansa tersebut antara lain sebagai berikut:

1. KESUCIAN

Refleksi dari ke-Maha Sucian Allah adalah tampilnya budaya dan peradaban manusia yang benar-benar bersih dari segala noda dan bentuk kekotoran, kemusyrikan, kemungkaran, kemaksiatan atau segala wujud budaya yang menodai kesucian Allah, yang tidak layak untuk mempresentasikan Asma-Nya yang Maha Suci.

Nuansa kesucian inilah yang paling primer dan harus tampil paling dini. Seberapapun bersahajanya budaya dan peradaban yang mampu dibangun oleh hamba-hamba Allah, nuansa kesucian inilah yang telah terpancar dari mereka, dan benar-benar membedakan mereka dari golongan manusia lainnya. Bahkan sebelum mereka mulai melangkah, kesucian harus sudah terlebih dahulu mereka raih pada keseluruhan jiwa dan kepribadian mereka, baik dalam skala individual maupun jama’i.

Lebih dari itu pula, bahwa di sepanjang perjalanan sejarah mereka membangun peradaban, nuansa kesucian ini harus senantiasa terjaga dan tidak boleh ternodai, kecuali segera dilakukan tindakan pensucian kembali. Karena hanya jiwa-jiwa yang suci sajalah yang layak diterima di sisi Allah Yang Maha Suci.

2. KEMULIAAN

Nuansa kemuliaan adalah saratnya nilai-nilai yang terpuji, beradab, indah dan terhormat. Benar-benar teraktualisasikan secara nyata bahwa manusia adalah makhluk yang dimuliakan Allah. Terhindar dari kehinaan, keterpurukan, kesengsaraan dan segala bentuk yang menyakiti, aman dari segala ketakutan dan ancaman. Melainkan sebaliknya, semua orang merasakan kehidupan yang tenteram, damai, adil dan sejahtera dalam suasana persaudaraan, kasih sayang dan saling menghormati.

Kehidupan semacam itulah yang merupakan refleksi dari Asma Allah Yang Maha Terpuji, Maha Kasih Sayang, Ar Rahman Ar Rahiem.

3. KEBESARAN / KEBERJAYAAN

Hakikat bertakbir bukanlah sekedar mendengungkan ucapan “Allahu Akbar” melainkan menggali Ilmu Allah yang Maha Luas, kemudian mewujudkannya dalam bentuk karya dan peradaban manusia yang menakjubkan dan mempesona. Dengan demikian ke-Maha Besaran Allah semakin idzhar mengejawantah.

Pada saat Allah telah menciptkan langit dan bumi dalam wujud yang final tapi masih murni dan perawan, belum dijamah tangan manusia, sungguh telah tergambarkan betapa Maha Besarnya Allah. Dari alam semesta yang demikian dahsyatnya, manusia tidak akan sanggup membayangkan sebetapa luas dan besarnya ilmu dan kekuasaan Allah.

Bahkan sebenarnya, jauh lebih dahsyat dan menakjubkan lagi “deposit” ilmu Allah yang masih terkandung di dalam “batin” alam semesta ini, baik berupa keanekaragaman zat, materi dan energi, sifat, hukum, qadar dan sebagainya maupun berupa keanekaragaman makhluk hidup, termasuk manusia, berikut tabi`at, sifat qadar dan kaidah-kaidah (hukum) dalam perilaku kehidupan mereka.

Manusia diberi Allah potensi dan akses terhadap deposit Ilmu Allah tersebut. Maka apabila mereka berhasil menyerap bagian dari Ilmu Allah, yang dengan ilmu itu kemudian mereka menampilkan karya dan produknya, maka pastilah tampil dan tumbuh berkembang peradaban yang hebat menakjubkan.

Jika peradaban manusia yang sedemikian itu dibangun oleh kalangan hamba-hamba Allah yang Mukmin yang tak pernah lengah dari dzikrullah, maka yang teridzharkan itu tiada lain adalah kebesaran Allah, Allahu Akbar. Itulah takbir yang sebenarnya. Lalu kalangan sekitar akan merasakan imbas dari hikmah dan manfaatnya. Itulah bagian dari perwujudan Rahman Rahimnya Allah, aktualisasi dari “Rohmatan Lil ‘Alamien”.

Lain halnya jika kecanggihan peradaban itu dikuasai dan ditampilkan oleh kaum kuffar yang sekuler, maka yang tampil adalah kecongkakan, arogansi disusul tekanan dan penindasan mereka terhadap kaum yang lemah.

Itulah essensi dari Missi Khilafah yang Allah amanahkan kepada manusia, yakni MEMBANGUN PERADABAN DI MUKA BUMI YANG BERNUANSA ASMA ALLAH.

Logis dan realistiskah itu? Artinya mungkinkah di muka bumi ini terwujud suatu peradaban yang begitu ideal dan sempurna? Atau sekedar angan-angan kosong yang tak mungkin terwujud?

Terwujud atau tidaknya apa yang dituju oleh missi samawi ini, adalah urusan Allah. Allahlah pemilik rencana, program dan segalanya. Yang pasti, apapun dan bagaimanapun sikap manusia, akan mereka ambilkah amanah ini atau mereka abaikan? ALLAH TIDAK AKAN PERNAH GAGAL MEWUJUDKAN RENCANANYA.

Yang amat penting bagi kita adalah JANJI DAN ANCAMAN ALLAH. Kita sangat mendambakan apa yang dijanjikan Allah dan sangat takut terhadap ancaman-Nya. Oleh sebab itu, betapapun beratnya, dan apapun yang akan terjadi dan menimpa kita dalam hidup di dunia ini, tak ada pilihan lain kecuali siap dengan segala daya dan kekuatan karunia Allah, untuk mengemban amanah tersebut.

لَوۡ أَنزَلۡنَا هَـٰذَا ٱلۡقُرۡءَانَ عَلَىٰ جَبَلٍ۬ لَّرَأَيۡتَهُ ۥ خَـٰشِعً۬ا مُّتَصَدِّعً۬ا مِّنۡ خَشۡيَةِ ٱللَّهِ‌ۚ وَتِلۡكَ ٱلۡأَمۡثَـٰلُ نَضۡرِبُہَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمۡ يَتَفَكَّرُونَ

"Kalau saja Kami turunkan Al Quran ini pada sebuah gunung, niscaya kamu lihat gunung tersebut ambruk dan hancur, karena takutnya kepada Allah. Itulah perumpamaan yang Kami gelar bagi manusia, mudah-mudahan mereka berfikir". (Al Hasyr : 21)

Begitu beratnya beban amanah itu, sehingga gunungpun bisa ambruk karenanya. Namun gunung itupun lebih memilih ambruk dan hancur daripada lari amanah dan menghadapi ancaman Allah.
Name

Dakwah Ilallah,12,Jalan Keselamatan,7,Jurnal Roqim,1,Kajian Lepas,42,Manhaj Risalah,12,
ltr
item
Ini Islam: Esensi Amanah
Esensi Amanah
https://1.bp.blogspot.com/-oj8CGvv9shg/WNDyia2n9wI/AAAAAAAAAKI/wq1-xlLs4mUsYQm4GzhB248Pi71hP4c5QCLcB/s640/esensi-amanah.png
https://1.bp.blogspot.com/-oj8CGvv9shg/WNDyia2n9wI/AAAAAAAAAKI/wq1-xlLs4mUsYQm4GzhB248Pi71hP4c5QCLcB/s72-c/esensi-amanah.png
Ini Islam
http://www.iniislam.net/2017/01/esensi-amanah.html
http://www.iniislam.net/
http://www.iniislam.net/
http://www.iniislam.net/2017/01/esensi-amanah.html
true
7017169815549685310
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share. STEP 2: Click the link you shared to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy